Bayam, Tak Hanya Membuat Sehat Tapi Juga Cantik
Bayam adalah tumbuhan yang berasal dari Amerika dan New Zealand. Tetapi karena mudah tumbuh di mana saja, kini bayam sudah sangat dikenal di Indonesia. Bila di negara kita bayam telah dikonsumsi secara meluas sebagai salah satu sayuran dengan berbagai macam cara pengolahannya misalnya ditumis, dibuat sayur urap, sayur bening, dan sebagainya, maka di Eropa dan Australia, pada awalnya tanaman ini lebih dikenal sebagai tanaman hias yang banyak dijumpai di sudut-sudut kota. Barulah sekitar tahun 1960-an, penduduk Australia mulai melirik bayam sebagai salah satu bahan makanan yang ternyata memiliki kandungan protein yang sangat tinggi.
Sayuran ini memang terlihat sederhana. Tapi tahukah Anda bahwa Bayam memiliki kandungan gizi yang sangat lengkap dan penting untuk tubuh kita? Selama ini, bayam sebagai salah satu jenis sayuran hijau yang secara luas dikenal kaya akan serat, vitamin, beta karoten, berbagai mineral termasuk zat besi, ternyata juga memiliki kandungan protein yang tinggi pada daun maupun bijinya. Sayuran ini tak Cuma sedap dimasak. Bila diolah secara sehat dan dikonsumsi secara teratur, beberapa penyakit dapat dicegah dan diobati.
Menurut Marzuki Iskandar, STP, MTP, Dosen Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Depkes RI Jakarta II, kandungan mineral dalam bayam cukup tinggi, terutama Fe yang dapat digunakan untuk mencegah kelelahan akibat anemia. Karena kandungan Fe dalam bayam cukup tinggi, ditambah kandungan Vitamin B terutama asam folat, zaman dahulu bayam dianjurkan untuk dikonsumsi oleh ibu hamil dan melahirkan. Baik mineral Fe atau asam folat berhubungan dengan produksi darah sehingga saat mellahirkan, persediaan dalam tubuh cukup. Karena seperti kita ketahui, melahirkan akan mengeluarkan sangat banyak darah dan memungkinkan sang ibu kehabisan darah. Selain itu baayam juga baik dikonsumsi oleh wanita pada saat haid.
Tak hanya itu, kandungan asam oksalat dan asam folat juga membuat sayur bayam dapat membantu mengatasi berbagai macam penyakit. Misalnya mengobati eksim, asma, untuk perawatan kulit muka, kulit kepala dan rambut, menurunkan kolesterol, serta mencegah sakit pada gusi. Tetapi manfaat yang besar adalah untuk mengobati rasa lesu, letih, dan kurang bergairah sebagai tanda kurang darah atau anemia.
Bayam juga sangat baik sebagai sumber protein, terutama asam amino. Bayam memiliki asam amino yang sangat penting untuk pembentukan otak. Jadi, jika dilihat dari komposisi proteinnya, bayam sangat baik untuk dikonsumsi oleh anak-anak.
Dari segi lemak, kolesterol dalam bayam nol, artinya bayam aman untuk dikonsumsi sebanyak apapun tanpa ada pengaruh kolesterol. Lemak yang terdapat dalam bayam juga termasuk lemak yang jenisnya baik, yaitu lemak tak jenuh. Vitamin dalam bayam sangat penting, misalnya Vitamin A yang bagus untuk mata serta mempertahankan daya tahan tubuh, sehingga orang tak mudah terserang penyakit, Vitamin C dan E untuk antioksidan sehingga bagi yang rajin mengkonsumsi bayam, bisa memiliki kulit yang halus. Selain itu, antioksidan juga mampu mencegah radikal bebas. Kemudian posfor dapat dimanfaatkan untuk pembentukan tulang dan gigi.
Kandungan Negatif. Dapat kita lihat bahwa kandungan dalam bayam sangat lengkap, mulai dari zat gizi makro, karbohidrat, protein, sampai dengan zat gizi mikro. Meski begitu yang harus diperhatikan dalam bayam juga terdapat kandungan senyawa kimia yang bersifat negatif, yaitu asam oxalat. Kandungan ini dapat menurunkan penyerapan beberapa kandungan zat gizi yang ada pada bayam seperti Fe, sehingga Fe hanya dapat diserap sebanyak 53% dan kalsium sebanyak 5%. “Tetapi hal itu dapat diatasi,” kata Marzuki.
Caranya sebaiknya bayam dikonsumsi dalam keadaan matang supaya asam oxalat larut. “Jangan dikonsumsi lebih dari lima jam atau dihangatkan karena akan menyebabkan asam oxalat lebih banyak keluar,” jelas Marzuki. Bila bayam dikonsumsi setelah lima jam maka zat Nitrat (NO3) akan teroksidasi oleh udara, dan jika sudah begitu maka akan menjadi Nitrit (NO2). Nitrit adalah senyawa yang tidak berwarna, tidak berbau, dan bersifat racun bagi tubuh manusia.